Absensi Elektronik

Aug 03

Absensi Elektronik

Wonosobo, BKD - Penggunaan absensi manual dirasa belum optimal, disebabkan oleh terbukanya peluang terjadinya kecurangan, salah satunya adalah manipulasi absensi dengan cara meminta orang lain atau teman kerja untuk menandatangani daftar kehadiran manual atau melalui absensi yang dirapel di akhir bulan. Sehingga datang atau tidak seorang pegawai pada bulan berjalan tidak akan terlihat pada daftar kehadiran manual karena semua pegawai menandatanganinya. Hal ini akan menjadikan penghambat bagi instansi untuk memantau kedisiplinan pegawai dalam hal ketepatan waktu kedatangan dan jam pulang pegawai setiap hari.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut sekaligus dalam rangka realisasi reformasi birokrasi di Pemerintah Kabupaten Wonosobo, maka penggunaan absensi elektronik diyakini bisa menjadi salah satu solusi kedisiplinan PNS.
Oleh karena itu Bupati Wonosbo melalui peraturannya dengan Nomor 14 Tahun 2016 tentang Tambahan Penghasilan kepada Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo, menginstruksikan Penerapan absensi elektronik di Lingkungan Pemerintah Kab. Wonosbo. Sehingga sejak Juni 2016, Pemerintah Kab. Wonosobo sudah mulai menerapkan e-Absensi.

Adapun tujuan penerapan Absensi Elektronik adalah :

  1. Dilihat dari sudut kedisiplinan PNS, sesuai dengan PP 53 tahun 2010 menyebutkan bahwa “Yang dimaksud dengan kewajiban untuk “masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja” adalah setiap PNS wajib datang, melaksanakan tugas, dan pulang sesuai ketentuan jam kerja serta tidak berada di tempat umum bukan karena dinas. Apabila berhalangan hadir wajib memberitahukan kepada pejabat yang berwenang”. Sehingga untuk mengontrol hal tersebut salah satu cara adalah penerapan absensi elektronik.
  2. Secara teknis, keuntungan dengan menggunakan e-Absensi antara lain, Praktis, Mencegah terjadinya ‘titip absen’, Mencatat waktu kedatangan dan kepergian secara akurat, Mengurangi kemungkinan manipulasi terhadap data kehadiran, Langsung tercatat dalam database. 

Penerapan e-Absensi dilaksanakan mulai Juni 2016, tahapan awal yang dilakukan adalah tahapan ujicoba. Hal-hal yang perlu di ujicobakan antara lain :

  • Mesin Absensi, terutama pada Sensor Biometrik Sidik Jari.
  • Implementasi aplikasi e-Absensi, terutama bagi Administrator SKPD, yang sebelumnya BKD sudah memeberikan pelatihan aplikasi e-Absensi kepada para administrator SKPD.
  • Konektifitas Jaringan dari Mesin Absensi ke Server e-Absensi.

Sampai saat ini terdapat 87 Mesin Absensi yang tesebar di beberapa titik disetiap SKPD, mulai dari SKPD wilayah Kota, Kecamatan, Kelurahan sampai ke UPTD DIKPORA, koneksi data antara mesin absensi dengan server menggunakan jaringan internet, sehingga akan mempermudah dan mempercepat dalam rekapitulasi laporan tingkat kehadiran dan rekapitulasi laporan besaran tunjangan yang diterima.

loader