Jam Pelayanan: Senin - Kamis (07:30- 16:00 WIB) Jum'at (07:30 - 11:00 WIB)

Menu
admin Rabu, 30 September 2026 6 Views

Gelar Rakor Pengembangan Kompetensi, BKD Pastikan Pelatihan ASN Tepat Sasaran

WONOSOBO - 30 September 2026

WONOSOBO - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Wonosobo menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo mendapatkan kesempatan dan mengikuti program pengembangan kompetensi secara merata.

Komitmen tersebut menjadi fokus utama dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan Kompetensi ASN yang diselenggarakan oleh BKD Kabupaten Wonosobo pada Rabu (30/9/2026). Kegiatan dibuka langsung oleh dr. Mohamad Riyatno, M.Kes., Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, serta diikuti oleh para pengelola kepegawaian dari seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo.

Dalam forum tersebut, BKD menekankan bahwa pengembangan kompetensi bukanlah sekadar program pelengkap, melainkan kewajiban dan hak setiap pegawai untuk terus belajar (continuous learning). Namun, agar keikutsertaan ASN dalam pelatihan memberikan dampak nyata, pengelola kepegawaian diminta untuk menyusun Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi (AKPK) dengan presisi.

DUA AGENDA KRUSIAL

Rakor membahas dua agenda utama, yakni teknis penyusunan Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi (AKPK) serta mekanisme koordinasi pengembangan pendidikan formal bagi ASN.

AKPK Jadi Dasar Pengembangan Kompetensi ASN

Melalui penyusunan AKPK, setiap perangkat daerah diharapkan mampu mendiagnosis dan memahami secara spesifik kompetensi apa saja yang perlu ditingkatkan oleh pegawainya. Dengan demikian, pengiriman ASN untuk mengikuti program pengembangan kompetensi tidak dilakukan secara acak, melainkan berdasarkan gap atau kesenjangan kompetensi yang teridentifikasi.

Pendekatan tersebut menjadi penting agar program pelatihan yang diikuti ASN memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan organisasi. Kompetensi yang dikembangkan diharapkan dapat mendukung pelaksanaan tugas, meningkatkan kualitas kinerja, serta memberikan kontribusi terhadap pencapaian target perangkat daerah.

Dengan AKPK yang disusun secara tepat, kebutuhan pengembangan kompetensi dapat dipetakan sejak awal sehingga program pendidikan dan pelatihan menjadi lebih terarah, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Rapat Koordinasi Pengembangan Kompetensi ASN BKD Kabupaten Wonosobo

PENATAAN PENDIDIKAN FORMAL ASN

BKD Wonosobo juga menekankan pentingnya koordinasi dalam pengembangan pendidikan formal ASN, baik melalui tugas belajar maupun izin belajar, agar kualifikasi pendidikan yang ditempuh tetap linier dan mendukung kebutuhan serta pencapaian visi organisasi.

Pendidikan Formal Harus Mendukung Kebutuhan Organisasi

Selain pengembangan melalui pelatihan teknis, BKD Wonosobo menyoroti pentingnya penataan jalur pendidikan formal bagi ASN. Proses bagi pegawai yang akan melanjutkan pendidikan perlu dikoordinasikan secara matang dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi dan kesesuaian bidang pendidikan.

Melalui koordinasi yang baik, pendidikan formal yang ditempuh ASN diharapkan memiliki keterkaitan dengan tugas dan fungsi yang dijalankan. Kesesuaian tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sumber daya manusia aparatur yang memiliki kualifikasi dan kompetensi sesuai kebutuhan organisasi.

Mendorong Budaya Continuous Learning

Pengembangan kompetensi ASN saat ini diposisikan sebagai proses belajar berkelanjutan atau continuous learning. ASN tidak hanya dituntut untuk menyelesaikan rutinitas pekerjaan saat ini, tetapi juga perlu terus memperbarui kapasitas dan kompetensinya untuk menghadapi dinamika birokrasi serta tantangan pelayanan publik di masa depan.

Konsep pembelajaran berkelanjutan tersebut mendorong setiap ASN untuk melihat pengembangan kompetensi sebagai bagian dari perjalanan profesional. Peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas harus dilakukan secara berkesinambungan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan dan perkembangan organisasi.

Pengembangan Kompetensi yang Terarah dan Berdampak

Melalui sinergi yang dibangun dalam Rakor Pengembangan Kompetensi ASN, BKD Wonosobo menargetkan tata kelola pengembangan kompetensi di tingkat perangkat daerah menjadi semakin terarah. Penyusunan kebutuhan yang tepat diharapkan dapat memastikan setiap program pengembangan memiliki tujuan dan manfaat yang jelas.

Investasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia ASN pada akhirnya diharapkan berbanding lurus dengan peningkatan kinerja perangkat daerah dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dengan pengembangan kompetensi yang berbasis kebutuhan, terukur, dan berkelanjutan, BKD Kabupaten Wonosobo terus mendorong terwujudnya ASN yang mampu menjawab tantangan birokrasi sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang semakin prima dan berdampak luas bagi masyarakat Wonosobo.

Bagikan Artikel Ini :