Jam Pelayanan: Senin - Kamis (07:30- 16:00 WIB) Jum'at (07:30 - 11:00 WIB)

Menu
Default News Image
01 Apr 2015
Penyerahan SK KP Periode April 2015
Wonosobo, BKD - Rabu, 1 April 2015, Sekretaris Daerah Kab. Wonosobo, Drs. Eko Sutrisno Wibowo, M.M. selaku pembina apel secara simbolis menyerahkan SK Kenaikan Pangkat Periode 1 April 2015. Dalam sambutannya, Drs. Eko Sutrisno Wibowo, M.M. mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi terhadap PNS yang telah mencurahkan segala pikiran dan tenaga untuk memajukan Wonosobo menjadi lebih baik, selanjutnya beliau menjelaskan bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 disebutkan bahwa Kenaikan Pangkat adalah Penghargaan yang diberikan atas prestasi kerja dan pengabdian Pegawai Negeri Sipil terhadap negara, selain itu, kenaikan pangkat juga dimaksudkan sebagai dorongan kepada Pegawai Negeri Sipil untuk lebih meningkatkan prestasi kerja dan pengabdiannya. Karena kenaikan pangkat merupakan penghargaan dan setiap penghargaan, baru mempunyai nilai apabila kenaikan pangkat tersebut diberikan tepat pada orang dan tepat pada waktunya. Selain itu itu, Sekretaris Daerah Kab. Wonosobo juga menghimbau agar PNS tetap memegang teguh kedisiplinan berdasarkan peraturan-peraturan yang berlaku yang salah satunya sesuai dengan PP No 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS. Bahwa untuk periode 1 April 2015, Pemkab Wonosobo mengusulkan Kenaikan Pangkat PNS sejumlah 706 usulan. Jumlah yang sudah diterbitkan SK Kenaikan Pangkatnya sejumlah 390 terdiri dari golongan I, II dan III sejumlah 390 SK, untuk golongan IV/a dan IV/b masih proses di Provinsi Jawa Tengah dan golongan IV/c dan IV/d masih di BKN Pusat Jakarta.
Default News Image
02 Dec 2014
Mengintip (Lagi) Penerapan SIMPEG di Sleman, Klaten dan Surakarta
Wonosobo, BKD - Sebagai tindak lanjut dari kegiatan penerapan SIMPEG, BKD Kab. Wonosobo selaku instansi yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan data kepegawaian, kami tetap pada komitemen awal, yaitu berusaha semaksimal mungkin agar data kepegawaian selalu up to date, lengkap dan bermanfaat. Untuk itu, salah satu cara yang kami lakukan adalah dengan studi banding, sebagai cara untuk mendapatkan informasi mengenai strategi-strategi dalam proses updating data dan pemanfaatan SIMPEG secara optimal. Selain itu, kami juga menggali informasi mengenai proses bisnis dalam penerapan SIMPEG dari ketiga BKD yang kami kunjungi, dari hal tersebut nantinya kami analisa, kemudian kami adopsi strategi-strategi apa saja yang dirasa tepat untuk diterapkan di BKD Kab. Wonosobo. Selama dua hari, 26-27 November 2014, TIM dari BKD Kabupaten Wonosobo bersama Kepala Sub Bagian PDE, Setda kab. Wonosobo, Astien Umariyah, S.Sos. melakukan studi banding ke BKD Kab. Sleman, BKD Kab. Klaten dan BKD Kota Surakarta. Agenda kegiatan kali ini pada dasarnya sama dengan studi banding tahap awal, hanya saja selain fokus ke penerapan SIMPEG, fokus kami yang kedua adalah tata cara pengarsipan dan digitalisasi dokumen kepegawaian.
Default News Image
28 Nov 2014
Orientasi Tenaga Honorer Kategori 2 (K2) 2014
WONOSOBO, BKD – 605 tenaga honorer Kategori 2 (K2), pada selasa, 25 November 2014 melaksanakan orientasi/kesamaptaan. Kegiatan ini, diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Wonosobo bekerjasama dengan KODIM 0707 Wonosobo. Pelaksanaan orientasi dibuka oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kab. Wonosobo, MUHAMMAD ZUHRI, S.Sos, M.Si di Gedung Sasana Adipura. Dalam hal ini, Kepala BKD mengucapkan selamat kepada 605 tenaga honorer K2 yang sudah lolos seleksi dan akan menerima SK CPNS besok pada Rabu, 26 November 2014. Kepala BKD juga menegasakan bahwasannya menjadi PNS adalah suatu amanah yang harus diemban dengan penuh rasa tanggung jawab, yang salah satunya adalah Disiplin dalam bekerja maupun disiplin dalam administrasi. PNS juga dituntut memiliki mental dan fisik yang kuat, sehingga dalam mengerjakan tugas sehari-hari dapat terlaksana dengan baik yang berorientasi pada pelayanan masyarakat. Seusai sambutan, kemudian dilanjutkan materi Wawasan Lebangsaan oleh Komandan Kodim 0707, Letkol Inf. Agus Muchlis Latif. , hal yang sama juga disampaikan oleh Dandim 0707, menjadi PNS adalah tugas yang berat, oleh karena itu harus memiliki kesiapan, baik mental maupun fisik. Sekitar 23 personil dari Kodim 0707 dikerahkan untuk mengampu kesamaptaan 605 tenaga honorer K2. Bertempat di alun-alun Wonosobo, mereka mendapatkan gemblengan fisik, sehingga tak bisa dihindari lagi banyak peserta yang pingsan dan langsung ditangani oleh Tim Kesehatan dari Kodim 0707. Walaupun begitu, keceriaan peserta masih terlihat, mereka masih bersemangat meskipun lelah sudah mulai terasa. Ceria dan semangat karena esok hari akan mendapatkan SK CPNS sebagai ganjaran apa yang telah mereka abdikan selama bertahun-tahun.
Default News Image
28 Nov 2014
Sejumlah 605 Tenaga Honorer K2 Menerima SK CPNS
Momen penyerahan SK CPNS untuk tenaga honorer, dikatakan Sekda, Drs Eko Sutrisno Wibowo memang selalu memunculkan suasana berbeda dibanding ketika para CPNS dari pelamar umum menerima SK. Perjuangan penjang tenaga honorer yang rata-rata telah mengabdikan diri lebih dari 10 tahun di lingkup Pemkab, membuat SK tersebut terasa begitu bernilai. Bahkan untuk para K2 yang hari itu menerima penetapan sebagai Capeg, Eko menyebut ada yang sudah 26 Tahun menantikannya. Tentu wajar bila saat diputuskan lolos dan berhak menerima SK, rasa syukur yang terucap begitu mendalam. Bahkan bagi seorang K2 yang menuntaskan nadzar untuk merangkak dari gerbang sampai pintu masuk SAK, Eko menyebut hal itu layak dan wajar. Namun, di balik semua kegembiraan yang dirasakan, Eko meminta agar para CPNS baru tersebut benar-benar memahami bahwa perubahan status yang diterima membawa konsekuensi logis yang tidak ringan. Dengan telah resminya mereka sebagai CPNS, maka mereka juga dituntut untuk bisa memberikan kemampuan terbaik, serta lebih produktif dari ketika berstatus honorer. Pun demikian dengan kedisiplinan, mereka juga diharapkan tak lantas merasa nyaman dengan status CPNS. Anggapan bahwa menjadi PNS itu tak gampang dipecat, menurut Eko harus dihilangkan. Terlebih, dengan telah terbitnya Undang Undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN), dimana telah diatur sanksi tegas bagi pegawai negeri yang dinilai tak mampu memenuhi standar kinerja. Para CPNS baru, menurut Eko juga harus mampu membuktikan diri, bahwa dengan pengalaman selama menjalankan tugas sebagai honorer, akan mampu member nilai lebih. Hal tersebut penting, mengingat selama ini ada sebagian pihak yang menganggap bahwa rekrutmen pegawa negeri dari tenaga honorer, secara kualitas masih kalah dari CPNS baru hasil rekrutmen pelamar umum, terutama yang berasal dari lulusan baru. Eko menyebut bahwa asumsi seperti itu sudah waktunya dipatahkan, dengan buktin nyata bahwa para honorer pun mampu bekerja sesuai standard kinerja yang ditetapkan. Dalam acara penyerahan SK yang dihadiri pula para Camat dan hampir seluruh pimpinan SKPD tersebut, 605 tenaga honorer K2 ditetapkan sebagai CPNS formasi 2014. Dari jumlah tersebut, menurut Kabid Mutasi BKD, Abu Yamin, 16 orang dialokasikan untuk memenuhi formasi tenaga kesehatan, 145 orang untuk tenaga administrasi, dan 444 lainnya merupakan tenaga kependidikan. Sebelum menerima SK, para Capeg baru tersebut juga telah menjalani latihan kesamaptaan bersama instruktur dari Kodim 0707 Wonosobo untuk membentuk karakter dan fisik yang tangguh dan pantang menyerah. ( Sumber : http://wonosobokab.go.id )
Default News Image
17 Nov 2014
Rakor Teknis Penerapan SIMPEG tahun 2014
WONOSOBO, BKD – Tindak lanjut dari Sosialisasi Penerapan SIMPEG Kabupaten Wonosobo adalah pelaksanaan rakor teknis penerapan SIMPEG. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 10 – 17 November 2014, bertempat di Ruang Rapat BKD Kab. Wonosobo. Peserta rakor sejumlah 140 peserta, yang terdiri dari Instansi Dinas, Kantor, Badan, UPTD Dikpora, Kecamatan, SMP, SMA dan SMK yang dalam pelaksanaannya dibagi menjadi enam tahap. Adapun Sasaran peserta adalah Kepala Subbag TU/Kepegawaian atau staf sekretariat/TU di setiap instansi yang membidangi urusan ketatausahaan/kepegawaian, sehingga diharapkan tahu seluk beluk permasalahan kepegewaian dan mampu memecahkan permasalahan tersebut. Nara sumber Rapat Koordinasi (Rakor) Teknis Penerapan SIMPEG adalah Kepala Sub Bidang Informasi dan Pengolahan Data Kepegawaian BKD Kab. Wonosobo, Sugeng Riyadi, S.Sos., M.T. Adapun tujuan dilaksanakan Rakor Teknis adalah setiap peserta diharuskan mengetahui dan mampu mengoperasikan Aplikasi SIMPEG, yang nantinya aplikasi SIMPEG tersebut digunakan untuk alat bantu untuk updating data PNS, dengan harapan, dengan adanya campur tangan dari setiap SKPD diharapkan updating data bisa terlaksana dengan cepat dan akurat. Terimakasih kepada Teman-teman SKPD, mari kita berjuang untuk data kepegawaian yang lebih baik, manajemen kepegawaian yang lebih baik, Wonosobo yang lebih baik. Semangatttttt...!!!
Default News Image
17 Nov 2014
Pengambilan Sumpah PNS Tahun 2014
WONOSOBO, BKD Sumpah dan janji PNS merupakan pernyataan kesanggupan PNS untuk melakukan suatu keharusan atau tidak melakukan suatu larangan. Seorang PNS mengangkat sumpah dan janji berdasarkan keyakinan agama dan kepercayan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, artinya pernyataan kesanggupan dalam sumpah dan janji yang diucapkan, ditujukan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bertempat di “Omah Dhuwur”, Andongsili, Wonosobo, pada tanggal 13 November 2013, setelah pelaksanaan Kesamaptaan, dilanjutkan pengambilan Sumpah dan Janji PNS. Sebanyak 78 PNS diambil sumpahnya secara langsung oleh Wakil Bupati Wonosobo, Dra. Hj. Maya Rosida, M.M., didampingi oleh Kepala BKD kab. Wonosobo, M.Zuhri, S.Sos., M.Si.Dalam pengarahannya, Wakil Bupati Wonosobo berpesan, bahwa PNS yang sudah disumpah agar tetap menjalankan kinerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi serta mentaati aturan kepegawaian, salah satunya tetap menjunjung tinggi kedisplinan pegawai.