CPNS Wajib Tahu Arah Kebijakan Pembangunan Daerah
Wonosobo, BKD. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Wonosobo kembali menghadirkan program penguatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui kegiatan Muatan Teknis Substansi Lembaga LATSAR Angkatan XV yang bertempat di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD).
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BKD Kabupaten Wonosobo, Iwan Widayanto, S.STP., menjadi narasumber dengan menyampaikan pemahaman mendalam mengenai arah kebijakan pembangunan daerah. Beliau menegaskan bahwa sektor agrobisnis, pariwisata, serta pengelolaan sumber daya alam merupakan pilar utama dalam mendukung pencapaian Visi Wonosobo 2025–2045, yakni menjadikan Kabupaten Wonosobo sebagai pusat agrobisnis dan pariwisata terkemuka di Jawa Tengah yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, disampaikan pula bahwa pembangunan daerah harus inklusif, produktif, dan berkelanjutan, sehingga tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu mengatasi persoalan kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Transformasi ini hanya dapat tercapai jika seluruh ASN memahami peran strategisnya dalam tiga tugas utama: pelaksana kebijakan publik, pemberi pelayanan publik, serta perekat persatuan dan kesatuan bangsa.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi peserta LATSAR Angkatan XV untuk menanamkan integritas, profesionalitas, serta wawasan kebangsaan dalam menjalankan amanah sebagai ASN. Melalui pemahaman yang komprehensif tentang visi pembangunan Wonosobo, diharapkan lahir ASN yang berdaya saing, kompeten, dan siap mewujudkan pelayanan publik yang prima bagi masyarakat.
BKD Wonosobo terus berkomitmen menghadirkan pembinaan ASN yang berorientasi pada peningkatan kinerja, pengembangan kompetensi, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan demi tercapainya tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan terpercaya.
admin
Baca Selengkapnya
MASBROW MENYAPA di Kecamatan Kertek
Wonosobo, BKD. Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun masyarakat umum, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Wonosobo melalui Masbro Menyapa kembali hadir di Kecamatan Kertek. Kegiatan ini menjadi ruang dialog dan diskusi terbuka untuk menemukan solusi terbaik dalam upaya memperkuat pelayanan publik yang prima.
Semangat kebersamaan yang diusung dalam kegiatan ini sejalan dengan visi BKD Wonosobo, yaitu mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera melalui peningkatan kapasitas ASN. Dengan adanya interaksi langsung di tingkat kecamatan, diharapkan lahir gagasan, masukan, dan komitmen bersama demi terciptanya pelayanan yang lebih profesional, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Sebagai ASN, terdapat tiga tugas utama yang menjadi landasan dalam menjalankan peran strategis, yaitu:
Melaksanakan Kebijakan Publik sesuai dengan peraturan yang berlaku secara konsisten dan akuntabel.
Memberikan Pelayanan Publik secara profesional, berkualitas, dan berintegritas untuk kepuasan masyarakat.
Mempererat Persatuan dan Kesatuan Bangsa sebagai perekat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Melalui Masbro Menyapa di Kecamatan Kertek, BKD Wonosobo berupaya mengoptimalkan kinerja ASN agar senantiasa adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus mampu menjawab tantangan pelayanan publik. Kehadiran program ini bukan hanya wadah komunikasi, tetapi juga bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kinerja aparatur yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan pengabdian, mari kita wujudkan ASN berintegritas, masyarakat Wonosobo yang lebih sejahtera, dan layanan publik yang semakin prima.
admin
Baca Selengkapnya
Pelantikan Pejabat Manajerial
Wonosobo, BKD. Sebanyak 112 pejabat manajerial di lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo resmi dilantik dan diambil sumpah/janji jabatan pada Jum’at (29/8) di Pendopo Bupati Wonosobo. Prosesi pelantikan disaksikan jajaran Forkopimda, pejabat struktural, serta tamu undangan.
Pelantikan ini dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023, Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas PP Nomor 11 Tahun 2017, serta Pertimbangan Teknis Badan Kepegawaian Negara (BKN) tertanggal 25 Agustus 2025.
Dari total pejabat yang dilantik, sebanyak 60 orang menempati jabatan baru melalui promosi dan 52 orang melalui rotasi jabatan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya penyegaran organisasi serta penataan birokrasi agar lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan pelayanan masyarakat.
Penekanan Integritas ASN
Dalam momentum pelantikan tersebut, Pemerintah Kabupaten Wonosobo menekankan bahwa pengangkatan pejabat manajerial bukan sekadar penempatan jabatan, tetapi juga amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
ASN diharapkan senantiasa meningkatkan kompetensi, integritas, dan kapasitas diri untuk mewujudkan birokrasi yang melayani. Nilai dasar ASN berAKHLAK – berorientasi pada pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif – menjadi pedoman utama dalam menjalankan tugas.
Dengan semangat tersebut, ASN Kabupaten Wonosobo diharapkan mampu bersama-sama mendorong terwujudnya Wonosobo yang berdaya saing, maju, dan sejahtera.
admin
Baca Selengkapnya
KICK OFF MASBROW
Wonosobo, BKD. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Wonosobo resmi menggelar Kick Off Sistem Manajemen ASN Berintegritas Online Wonosobo (MASBROW) pada Kamis (28/8) di Aula BKD. Acara ini menjadi momentum penting percepatan pelayanan kepegawaian berbasis digital bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Wonosobo.
Kegiatan Kick Off dihadiri 47 peserta perwakilan OPD, dengan dua narasumber utama: Mustofa Ilyas (Modul Pensiun) dan Puji Slamet Santoso, S.Sos. (Modul Satyalancana Karya Satya).
Dalam sambutannya, Kepala BKD menegaskan bahwa MASBROW bukan hanya sekadar aplikasi layanan, tetapi merupakan platform yang akan terus dikembangkan. “Hari ini kita mulai dengan modul Satyalancana Karya Satya dan Pensiun. Ke depan, akan ada tambahan layanan baru yang secara bertahap diluncurkan untuk melengkapi kebutuhan ASN. MASBROW akan terus diperbarui agar pelayanan lebih cepat, tepat, dan berintegritas,” ujarnya.
Layanan Perdana: SLKS & Pensiun
Pada tahap awal, MASBROW menghadirkan dua layanan prioritas, yakni Satyalancana Karya Satya (SLKS) dan Pensiun. Kedua modul ini dipilih karena berkaitan langsung dengan penghargaan atas dedikasi ASN serta jaminan kepastian hak ASN menjelang purna tugas.
Dengan sistem daring, proses pengajuan kini dapat dilakukan lebih ringkas, paperless, dan transparan. Narasumber menekankan bahwa digitalisasi ini akan mengurangi hambatan birokrasi serta mempercepat proses administrasi yang sebelumnya memakan waktu lama.
Menuju ASN Digital Berintegritas
MASBROW diharapkan menjadi fondasi transformasi digital pelayanan kepegawaian di Kabupaten Wonosobo. Seiring berjalannya waktu, BKD menargetkan seluruh layanan ASN akan terintegrasi dalam aplikasi ini.
Dengan adanya Kick Off MASBROW, BKD Wonosobo meneguhkan komitmennya untuk menghadirkan layanan kepegawaian yang mudah, cepat, transparan, dan berintegritas.
“SIMPEG Terupdate, Kinerja Terakselerasi.”
admin
Baca Selengkapnya
Kerjoo: Inovasi Presensi Digital ASN Wonosobo
Wonosobo – Kebutuhan akan sistem presensi yang cepat, akurat, dan efisien bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) semakin meningkat. Menjawab kebutuhan tersebut, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Wonosobo bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menghadirkan aplikasi Kerjoo, sebuah sistem presensi mobile berbasis lokasi yang memudahkan pegawai melakukan presensi kapan saja dan di mana saja.
Aplikasi Kerjoo merupakan pengembangan dari aplikasi presensi versi lama, dengan berbagai pembaruan dan fitur tambahan untuk mendukung tata kelola kehadiran yang lebih tertib, transparan, dan dapat dipantau secara real time, baik oleh masing-masing ASN, pimpinan, maupun bagian administrasi kepegawaian. Dengan layanan presensi berbasis GPS, sistem ini tidak hanya mencatat jam masuk dan pulang, tetapi juga memastikan presensi dilakukan sesuai lokasi yang telah ditentukan instansi.
Fitur utama aplikasi Kerjoo meliputi:
Presensi WFO – Presensi kehadiran di kantor.
Presensi Apel – Presensi khusus saat pelaksanaan apel atau kegiatan seremonial.
Presensi DL (Dinas Luar) – Presensi bagi pegawai yang melaksanakan tugas di luar kantor.
Selain fitur presensi, Kerjoo juga menyediakan berbagai menu layanan yang memudahkan pegawai dalam pengelolaan kehadiran dan kinerja, antara lain:
Sinkronisasi – Memastikan data presensi terbaru tersimpan dan terkirim dengan baik ke server.
Rekap Presensi – Menampilkan ringkasan data kehadiran pegawai.
E-Kinerja – Menu pencatatan dan pelaporan kinerja pegawai.
Kinerja Tertinggi – Menampilkan pencapaian kinerja tertinggi.
Cuti – Pengajuan izin cuti secara online.
Libur dan Cuti Bersama – Informasi terkait jadwal libur resmi dan cuti bersama.
Agenda – Menampilkan jadwal kegiatan instansi.
Lapor Bupati – Sarana informasi pelaporan kepada Bupati.
Berita – Update informasi terbaru terkait instansi atau pemerintahan.
CCTV – Akses monitoring kamera pengawas terintegrasi.
Data Simpeg – Akses data kepegawaian terhubung dengan sistem informasi pegawai.
Menu tambahan di bawah aplikasi mencakup Beranda, Gaji, Offline (mode presensi tanpa jaringan), Profil, dan Pengaturan.
Dengan fitur lengkap tersebut, aplikasi Kerjoo bukan hanya alat pencatat kehadiran, tetapi juga menjadi sarana integrasi informasi kepegawaian, manajemen kinerja, dan komunikasi internal instansi.
BKD Kabupaten Wonosobo dan Diskominfo Kabupaten Wonosobo terus berkomitmen untuk mengembangkan aplikasi Kerjoo agar tetap relevan dan mendukung kebutuhan instansi ke depannya.
Unduh Aplikasi Kerjoo di Play Store: Klik di sini
Buku Petunjuk Penggunaan Aplikasi Kerjoo: Klik di sini
admin
Baca Selengkapnya
STUDI LAPANGAN BPSDMD PROVINSI JAWA TENGAH
Wonosobo, BKD. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Wonosobo menerima kunjungan Studi Lapangan Peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan XI yang diselenggarakan oleh BPSDMD Provinsi Jawa Tengah pada Selasa, 12 Agustus 2025. Kegiatan yang berlangsung di Aula BKD Kabupaten Wonosobo mulai pukul 09.00 WIB ini bertujuan untuk memperluas wawasan peserta mengenai strategi pelayanan publik melalui kunjungan ke dua instansi lokus, yaitu Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Perhubungan, serta Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Fokus pembelajaran diarahkan pada pendekatan problem solving dalam meningkatkan efektivitas pelayanan publik di daerah.
Pelaksanaan kegiatan ini berlandaskan Peraturan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Nomor 5 Tahun 2022 mengenai Penyelenggaraan Pelatihan Struktural Kepemimpinan, serta surat permohonan dari BPSDMD Provinsi Jawa Tengah. Rombongan peserta berjumlah 40 orang dipimpin langsung oleh Kepala BPSDMD Provinsi Jawa Tengah, Dr. Uswatun Hasanah, S.Pd., M.Pd., didampingi oleh tim pendamping dari BPSDMD Provinsi Jawa Tengah dan BKD Kabupaten Wonosobo.
Melalui studi lapangan ini, peserta diharapkan mampu menganalisis inovasi dan strategi manajemen yang diterapkan oleh kedua instansi lokus, mengidentifikasi akar masalah dalam pelayanan publik, serta memahami faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas kepemimpinan pengawas. Materi yang disampaikan mencakup profil singkat Kabupaten Wonosobo, inovasi unggulan di bidang perumahan, permukiman, perhubungan, serta tata kelola pendapatan, keuangan, dan aset daerah. Dengan demikian, peserta mendapatkan gambaran komprehensif terkait praktik kepemimpinan dan pengelolaan pelayanan publik.
Sebagai capaian, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan lesson learn yang konkret dan aplikatif untuk diaplikasikan di lingkungan kerja peserta. Pengetahuan, keterampilan, sikap, dan perilaku yang diperoleh diharapkan mendorong lahirnya ide-ide baru, metode pengawasan yang inovatif, serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Dengan bekal ini, para peserta diharapkan mampu berkontribusi lebih optimal dalam menciptakan pelayanan yang responsif, transparan, dan berdaya saing tinggi di wilayah masing-masing.
admin
Baca Selengkapnya